Posted by: kurnzhoucmt | January 31, 2008

Selamat Jalan, Pak Harto

Saudara sekalian, pasti kita sudah mengetahui bahwa baru-baru ini ada seorang besar di Indonesia yang wafat. Beliau wafat pada hari Minggu, 27 Januari 2008, pukul 13:10 WIB. Kita semua tahu yang telah berpulang pada hari itu adalah Jendral Besar TNI (purn) H.M Soeharto, presiden kedua RI.

Seperti kita ketahui juga, ribuan penduduk Indonesia, baik dari Jakarta, Solo, dan sekitarnya turut mengantar kepergian sang BapakPembangunan Indonesia tersebut. Ini menunjukkan bahwa pengaruh Pak Harto terhadap Indonesia sampai akhir hayat beliau tetap ada, dan mungkin akan ada sampai berpuluh-puluh tahun kemudian.

Saudara-saudari, memang tidak hanya pengaruh baik saja yang ditinggalkan. Memang harus kita akui bahwa memang ada beberapa pengaruh buruk dari Orde Baru (saya tidak bisa menyebutkan pengaruh buruk Pak Harto) masih ada sampai sekarang. Memang, sangat kita rasakan. Tapi bisa kita rasakan juga bahwa banyak sekali pengaruh baik dari Pak Harto yang kita lupakan. Perekonomian pada masa Orde Baru jauh lebih baik dari sekarang, dan saya SANGAT BERHARAP bahwa suatu saat Indonesia akan kembali makmur, tanpa korupsi (yang juga pengaruh Orde Baru), dan ada Orde Sempurna dari Indonesia dengan pemimpin yang jauh lebih baik dan lebih sempurna dari Pak Harto.

Maaf, saya bicara terlalu jauh dan melenceng, tapi memang itulah harapan saya. Terakhir, terlepas dari semua kelebihan dan kekurangan beliau, mari kita sama-sama ucapkan:  Istirahatlah dengan tenang. Selamat jalan, Pak Harto.

Posted by: kurnzhoucmt | December 19, 2007

Apakah Laki-laki Pantas Menikah?

Saudara-saudari, beberapa waktu lalu ketika aku berkumpul bersama beberapa orang temanku, seorang temanku yang berasal dari sebuah STIE di Jakarta, mengatakan bahwa salah satu dosennya sedang berusaha mengumpulkan dana, untuk mengadakan sebuah seminar nasional, berjudul “APAKAH LAKI-LAKI PANTAS MENIKAH?”

Ya, itu memang terdengar lucu. Kami semua juga tertawa saat mendengar judul tersebut. Lalu, temanku melanjutkan pembicaraan. Ia menjelaskan alasan mengapa dosennya ingin mengadakan seminar tersebut. Katanya, sekarang seorang suami hanya tertarik pada istri dalam waktu maksimal 5 tahun. Kenapa? Karena sang istri bisa berubah (tentu saja, setiap manusia bisa berubah…), misalnya, dari langsing jadi gendut, dari cantik jadi jelek (ahahahahaha…)… Yah, begitulah. Intinya, seorang laki-laki jatuh cinta pada seorang perempuan, karena kecantikannya.

Yah, kalau dipikir-pikir, hal itu ada benarnya juga. Ketika seseorang (laki-laki) melihat seorang perempuan yang cantik (menurutnya), pasti langsung jatuh cinta. Tanpa mempedulikan bagaimana sifatnya (ya, itu urusan kedua). Pokoknya, kecantikan adalah urusan yang paling utama. Bahkan mungkin sang lelaki bisa tiap hari memikirkannya, samapai lupa makan, lupa tidur, lupa belajar, dan sebagainya (saudara-saudaraku, jangan sampai seperti itu ya…). Ya, sang lelaki jadi seperti sangat membutuhkannya, seperti kita sangat membutuhkan sepatu untuk masuk ke dalam ruang perkuliahan (terutama BiNus). Jadi, apa bedanya cinta dengan sepatu?

Ya, melihat ke masa depan sedikit. Setelah sang lelaki menikah dengan sang perempuan, kekacauan pun terjadi. Entah karena sudah merasa bosan melihat tampang, atau karena capek hati dengan sikap sang perempuan, setiap hari ada saja terjadi pertengkaran rumah tangga. Lalu ada juga lelaki yang pergi mencari WIL (Wanita Idaman Lain). Ya, sungguh disayangkan bila hal itu terjadi.

Sebagai kesimpulan, jika kita punya pasangan, pahamilah perasaan sang pasangan dengar benar-benar, kenalilah sifat-sifatnya dengan jelas, dan biarkan juga dia mengenal sifat-sifat kita dengan jelas (jangan ditutup-tutupi!). Ya, memahami adalah hal paling utama. Sekian, saya mohon maaf, jika ada hal yang saya bicarakan diatas menyinggung hati saudara-saudari sekalian. Terima kasih.

Posted by: kurnzhoucmt | November 28, 2007

Hidup = Cerita?

Ya… Saudara-saudariku, anda sekalian pasti pernah mendengar kalimat ini: “Dunia ini adalah Panggung Sandiwara.” Benarkah? Kalau iya, buktikan!

Ya… Seperti yang kita semua tahu. Diri kita sendiri adalah tokoh utama dalam cerita kita. Sisanya adalah tokoh lapis kedua, yakni keluarga, teman, guru, dan sebagainya. Lalu ada tokoh lapis ketiga, atau bisa disebut juga figuran, yakni orang-orang yang tidak terlalu sering, atau hanya waktu tertentu dapat kita temui. Seperti, teman dari teman, kenalan di pesta, dan masih banyak lagi.

Nah, sebagai tokoh utama, kita harus memainkan peran hidup kita sebaik-baiknya. Baik atau buruk adalah kita sendiri yang menentukan. Gejolak yang ada di dalam pikiran kita adalah konflik paling utama dalam hidup kita.

Ketika kita dihadapkan pada dua jalan, seringkali kita bimbang, mau melewati jalan yang mana. Ya. Itulah manusia. Punya banyak pertimbangan. Kita jadi sulit mengambil keputusan, dan seringkali terhenti di sana, karena berpikir, kedua jalan itu sulit ditempuh.

Memang banyak orang seperti itu. Putus asa… Menyerah… Tapi, coba pikirkan! Kita telah melewati separuh jalan. Apa kita mau kembali ke awal lagi dengan muka tertunduk? Atau kita menyelesaikan cerita ini dengan penuh kebanggaan?

Ya, Saudara-saudariku. Memang seringkali ada banyak hal yang membuat langkah kita terhenti. Ibarat ada sebuah batu besar yang menghalangi jalan kita. Pertanyaannya: Apakah kita berusaha menghancurkan batu besar itu? Atau mencari jalan lain?

Memang, seringkali orang berpikir, hancurkanlah batu itu! Tapi saya berpikir, carilah jalan lain! Jangan hanya terpaku pada satu hal, lalu membuat kita menjadi diam di tempat. Ingatlah! Banyak sekali jalan untuk kita dalam mencapai garis finish! Ini bukan lomba lari!

Dalam cerita hidup ini, anda bukan hanya berperan sebagai tokoh utama, melainkan juga sutradara. Andalah yang akan menentukan skenario hidup anda selanjutnya, tanpa melupakan bahwa Tuhan-lah “produsernya”.

Ya, ada start ada finish, ada A ada Z, ada Alpha ada Omega. Setiap cerita, jika mempunyai awal, pasti mempunyai akhir. Pertanyaan: Apa yang akan kita siapkan untuk akhir cerita kita? Memang, tak ada yang bisa menebak, kapan akhir itu tiba. Tapi, setidaknya persiapkanlah dengan baik, supaya akhir kita menjadi “best ending”.

Sekian apa yang bisa saya sampaikan. Terima kasih jika anda ingin membaca blog ini. Akhir kata, Wish everybody have a best ending!

Posted by: kurnzhoucmt | November 25, 2007

Will u enjoy my story?

Kekacauan ada dimana-mana…
Kehancuran ada dimana-mana…
Manusia yang tersiksa…
Memerlukan harapan…
Memerlukan keselamatan…

Dalam legenda dikatakan, ketika masa gelap datang, akan ada lima orang pembebas yang akan membebaskan dunia ini dari kegelapan (sepertinya umum sekali…), tapi satu dari lima orang tersebut akan mengkhianati keempat temannya, dan akan membawa dunia ini menjadi jauh lebih gelap…

Tempest adalah seorang pemuda desa biasa, yang pekerjaan sehari-harinya seorang pemburu. Suatu hari, ketika sedang berburu, ia menemukan sebuah sosok misterius yang memberinya sebuah pedang. Tempest tidak tahu maksudnya, kenapa ia diberi pedang, dan hanya memajangnya di dinding rumahnya. Tidak disangka, sehabis itu kejadian aneh terus menerus menimpanya.

Apakah Tempest adalah salah satu dari lima pembebas? Siapa yang harus para pembebas hadapi? Dan siapa pula pengkhianatnya? Nantikan kisahnya di Gate of Athernal, di: http://kurnzhoust01.wordpress.com/

Posted by: kurnzhoucmt | November 21, 2007

Let’s Begin Our Story!

Selamat datang di blog ini. Ini adalah blog pertama saya. Dengan hormat, saya berterima kasih pada Pak Tri Djoko Wahjono, selaku dosen saya, yang telah mengajarkan saya untuk membuat blog. Perkenalkan, nama saya Kurniawan Sutanto, mahasiswa semester 1 Teknik Informatika, Universitas Bina Nusantara.

Ya, berbicara mengenai story (dalam bahasa Indonesia –> cerita), tentu semua orang menyukainya. Dari anak kecil sampai orang tua, tidak peduli pria atau wanita, tidak peduli dari ras manapun, tidak peduli dari golongan manapun, pasti menyukainya. Tidak ada syarat untuk seseorang dalam menyukai cerita. Yang ada, cerita apakah yang seseorang sukai?

Misalkan ada orang lebih suka cerita horor, ada juga yang lebih menyukai cerita cinta, dan lain sebagainya. Meski orang menyangkal, bahwa mereka menyukai cerita, atau bahkan berkata bahwa mereka membenci cerita itu (maaf, bukan cerita mengenai kejelekan orang tentunya, yang saya maksud itu cerita fiksi), tapi jika mereka terus mengikuti cerita tersebut, mereka akan berbalik menyukainya.

Ya, itu cerita secara fiksi. Sekarang mengenai realita. Tentunya kita mempunyai cerita hidup kita masing-masing. Ada suka, ada duka, ada gembira, ada sedih, ada senang, ada benci. Ya, pasti ada unsur tersebut dalam cerita hidup manusia, baik dalam fiksi, maupun realita.

Saya baru lulus dari SMA dan baru saja memasuki dunia perkuliahan. Tentunya (bagi saya dan semua orang seangkatan saya), ini merupakan lembaran cerita baru dalam hidup. Cerita lama seolah-olah telah “THE END” dan masuk kembali ke episode 1 dalam sekuelnya, dan adalah tugas kita semua untuk mengakhirinya dengan “perfect & truly happy ending” dan membuat “great beginning” untuk cerita selanjutnya.

Pertanyaannya, mampukah kita melaksanakan ini? Mampukah kita mengakhirinya dengan “perfect & truly happy ending”? Atau malah “bad & truly sad ending?”

Pernyataan ini berlaku untuk siapa saja. Bukan hanya saya atau kawan-kawan seangkatan saya. Sebab, tiap orang memiliki cerita yang berbeda-beda dalam hidup mereka, memiliki alur yang juga berbeda-beda.

Saya berencana membuat sebuah blog lagi, khusus untuk membahas “story”. Untuk lebih lanjutnya, nanti akan saya beritahu di blog ini.

Sebelum mengakhiri ini, perkenankanlah saya mengucapkan terima kasih sekali lagi pada Pak Tri Djoko Wahjono. Saya juga mengucapkan terima kasih untuk teman-teman saya (baik dari SKY, UBiNus, UnTar, UBM, Trisakti, dan masih banyak lagi) yang telah bersedia melihat blog saya ini. Sekian untuk topik ini. Sekali lagi, terima kasih.

Posted by: kurnzhoucmt | November 21, 2007

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Categories